IDEN
IDEN

Pelestarian Bambu

Di tengah berbagai tantangan lingkungan—lahan kritis, kekeringan, dan menurunnya tutupan hutan—bambu hadir sebagai simbol harapan baru. Tanaman yang tampak sederhana ini ternyata menyimpan kekuatan besar untuk memulihkan alam sekaligus menumbuhkan kesejahteraan masyarakat. 

Indonesia menjadi rumah bagi 176 spesies bambu, di mana lebih dari seratus di antaranya endemik, tak ditemukan di tempat lain di dunia. Namun, bambu kini menghadapi ancaman akibat alih fungsi lahan dan eksploitasi tanpa budidaya.

Yayasan KEHATI bersama para mitra lokal dan dunia usaha berupaya mengembalikan peran bambu sebagai bagian penting dari solusi ekologis dan ekonomi berkelanjutan. Kami terus berkomitmen mengembangkan bambu sebagai bagian dari gerakan ekonomi hijau Indonesia, agar setiap rumpun bambu yang tumbuh juga menumbuhkan harapan bagi bumi dan masyarakatnya.
 

  • Lombok Tengah
    Di KHDTK Rarung, Lombok Tengah (NTB), masyarakat bersama Yayasan KEHATI dan   CIMB Niaga menanam lebih dari 32.000 bambu tabah di lahan miring dan bantaran sungai. Tujuannya bukan hanya menghijaukan kembali hutan, tapi juga menjaga sumber air yang semakin berkurang.
    Melalui program ini, petani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Harum belajar mengolah hasil hutan seperti kopi, madu, dan vanili, hingga membuat produk bernilai tambah dari bambu. Koperasi desa pun diperkuat dengan pelatihan pemasaran dan manajemen usaha agar ekonomi lokal tumbuh seiring pelestarian lingkungan.

    Mitra : CIMB Niaga

  • Labuan Bajo, Manggarai Barat
    Di kabupaten Manggarai Barat, diakukan pelestarian bambu melalui penanaman 6000 bambu di empat  desa dan 1000 bibit pohon buah dengan melibatkan komunitas . Bambu ditanam di sekitar daerah aliran Sungai dan lahan kritis untuk menahan longsor dan konservasi air.

    Mitra : CIMB Niaga dan The Body Shop Indonesia

  • Kecamatan Kotakomba - Manggarai Timur, Flores
    Di Kabupaten Manggarai Timur, masyarakat di Desa Ranakolong dan empat desa lainnya di  Kecamatan Kotakomba memanfaatkan Kawasan Perhutanan Sosial melalui penanaman bambu sebanyak 10.000 bambu, dan 2.000 pohon buah dan ekonomis lainnya untuk ekologi dan ekonomi masyarakat di sekitar Kawasan Perhutanan Sosial.
    Selain itu telah terbentuk enam kelompok perempuan yang mengembangkan pertanian organik di kebun contoh dan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga.  Pada tahun 2025, penanaman bambu ditambah sebanyak 12,000 bibit bambu.

    Mitra : CIMB Niaga

  • Ngada, Flores
    Di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, bambu bukan sekadar bahan bangunan—ia adalah bagian dari kehidupan. KEHATI bersama mitra melakukan intervensi  di empat desa,  salah satunya di Kampung adat Wogo. Masyarakat di Kampung Adat Wogo menginisiasi ekoeduwisata dan menjadikan desa adat, bambu, pangan dan kearifan lokal menjadi sebuah model wisata yang menyatukan budaya, edukasi, dan konservasi.
    Sebanyak 20.000 bibit bambu telah ditanam, disertai pelatihan membuat teh daun bambu dan peta wisata berbasis kearifan lokal. Ibu-ibu penganyam, seniman, dan pemandu wisata bersama-sama membangun konsep pariwisata yang memberdayakan, menjaga alam, dan menumbuhkan rasa bangga pada tradisi sendiri.

    Mitra : CIMB Niaga

  • Menoreh, Magelang
    Lereng Menoreh di Magelang dulunya rentan longsor akibat penambangan marmer. Kini, warga Desa Ngargoretno berbalik arah—mereka menanam bambu sebagai benteng hidup yang menahan erosi dan memulihkan tanah.
    Melalui dukungan KEHATI dan BUMDes Argo Inten, lebih dari 8.500 bambu telah tumbuh di area seluas 80 hektar. Tak hanya itu, rebung bambu diolah menjadi berbagai hidangan khas—mulai dari rendang rebung, dendeng, hingga dimsum rebung—yang kini menjadi menu favorit di Resto Tumpeng Menoreh.
    Bambu bukan hanya menahan longsor, tapi juga menumbuhkan kebanggaan dan rasa syukur atas karunia alam.

    Mitra : FKDKP (Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan)

  • Bulaksalak, Yogyakarta
    Siapa sangka lahan bekas galian pasir di Bulaksalak, Sleman kini berubah menjadi arboretum bambu yang hijau dan produktif? Berkat kerja keras Kelompok Tani Bambu Lestari bersama KEHATI, ribuan bibit bambu ditanam untuk memulihkan tanah dan menjadi pusat pembelajaran agroekologi.
    Warga belajar membuat furnitur bambu dan mengolah rebung menjadi produk pangan. Kawasan ini juga menjadi ruang belajar terbuka bagi mahasiswa, peneliti, dan pengunjung yang ingin memahami bagaimana bambu mampu menghidupkan kembali tanah yang sempat gersang. Penanaman,pemanfaatan bambu dan  pangan lokal telah dilakukan oleh warga Bulaksalak . Mereka telah mengembangkan ekowisata kampung dengan kegiatan Pasar Sorpring di setiap hari Minggu Kliwon.